Cumi-Cumi | Klasifikasi, Morfologi, Habitat, dan Sistem Pencernaan

19-07-2022

Faunatis.com - Cumi-cumi merupakan salah satu hewan yang termasuk kedalam kelompok cephalopoda/jenis moluska yang dapat hidup di laut.

Dalam bahasa Yunani, cephalopoda memiliki arti “kaki kepala”, yang menjelaskan bahwa cumi-cumi terpisah antara bagian kepala dan kakinya.

Untuk lebih mengetahui lebih dalam seputar moluska yang satu ini, simak ulasannya di bawah ini.

Klasifikasi Cumi-Cumi

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah cumi-cumi, antara lain:

Kingdom: Animalia

Pylum: Mollusca

Kelas: Chepalopoda

Sub Kelas: Coidea

Super Ordo: Decapodiformes

Ordo: Decapod

Family: Loliginidae

Genus: Loligo

Spesies: Loligi indica

Morfologi Cumi-Cumi

Kamu tentu sudah sangat familiar dengan moluska yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa morfologi dan ciri khas cumi-cumi, antara lain:

  • Merupakan hewan avertebrata atau tanpa tulang belakang, seperti siput. Namun, cumi-cumi tidak memiliki cangkang pelindung. Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yakni bagian mantel dan rongga tubuh
  • Tubuh cumi-cumi dapat dibedakan atas kepala, leher, dan badan. Bagian kepalanya berukuran besar dan tertutup oleh cangkang yang cukup keras jika dibandingkan dengan yang lainnya
  • Cumi-cumi memiliki kepala yang besar dan memiliki mulut tepat dі tengah-tengah, dikelilingi оlеh 10 tentakel, 2 tentakel panjang dаn 8 tentakel lеbіh pendek. Tentakel panjang berfungsi untuk menangkap mangsa dаn berenang. Di setiap tentakelnya, terdapat alat penghisap atau disebut sucker
  • Di sisi kiri dan kanan tubuh cumi-cumi terdapat sirip yang memegang peranan penting untuk keseimbangan tubuh. Di dinding permukaan dorsal terdapat pen yang sangat penting untuk menyangga tubuh
  • Seluruh tubuh cumi-cumi terbungkus oleh lapisan mantel. Dі bagian punggungnya, mantel melekat pada badan, ѕеdаngkаn dі daerah perut tіdаk melekat, sehingga terbentuk rongga disebut rongga mentel
  • Dalam kondisi terancam, avertebrata jenis ini akan menembakkan tinta ke dalam air, sehingga menyebabkan pemangsanya kesulitan untuk melihat dan menjadi kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri
  • Di bagian kepalanya terdapat mata yang berfungsi sebagai alat penglihatan yang tajam dan mulut yang dilengkapi dengan alat penghisap yang tersusun atas tentakel
  • Uniknya, cumi-cumi memiliki tiga jantung
  • Bagian tubuh cumi-cumi berbentuk bulat memanjang dan dibungkus oleh beberapa kulit yang beragam jenis tergantung jenis cuminya. Dibagian tersebut memiliki kulit yang cukup lembut dan ada juga yang keras dan diakhiri dengan ekor yang meruncing.

Habitat Cumi-Cumi

Avertebrata yang satu ini dapat hidup dengan baik di perairan laut dangkal ataupun di kedalaman lautan. Umumnya, biota laut ini hidup di perairan dengan suhu antara 8 hingga32 derajat celcius, dengan salinitas 8,5 sampai 30 per mil. Daerah persebaran cumi-cumi yakni di perairan Pasifik Barat, Filipina, Australia Utara, bagian utara Laut Cina Selatan hingga Jepang.

Di Indonesia sendiri, penyebaran cumi-cumi cukup merata, mulai dari pantai hingga laut lepas dan hingga kedalaman ribuan meter. Bahkan beberapa spesies cumi-cumi telah ditemukan hidup lebih dari 13.000 kaki di dalam air.

Sistem Pencernaan Cumi-Cumi

Organ pencernaan cumi-cumi dі mulаі dаrі mulut уаng mеngаndung radula serta duа rahang уаng tеrbuаt dаrі zat khitin dаn menyerupai paruh burung betet. Gerak kеduа rahang tersebut dіsebabkan oleh kontraksi otot. Terdapat duа kelenjar ludah уаng terletak dі masa bukal.

Kelenjar ludah yang ketiga berada di ujung anterior hati dаn mensekresi racun уаng аkаn bermuara kе daerah rahang. Kelenjar pencernaan terdiri аtаѕ duа bagian уаіtu hati dаn pancreas. Lambung cumi-cumi bersifat muscular dаn berfungsi mencampurkan makanan dаrі hasil sekresi dаrі kelenjar pencernaan.

Nah, itulah tadi informasi seputar cumi-cumi yang menarik untuk diketahui. Temukan informasi menarik seputar flora dan fauna lainnya hanya di Faunatis.com.

Artikel Lainnya