Macan Tutul Jawa, yang Kini Tak Lagi Nampak Di Hutan Pulau Jawa

MAMALIA INDONESIA KARNIVORA

2021-09-09

Macan Tutul Jawa

AfricanElephantCrossing.com - Macan Tutul Jawa adalah salah satu dari empat kucing besar. Hewan ini juga dikenal sebagai pohon harimau karena kemampuannya memanjat pohon. Pada awalnya, orang mengira macan tutul adalah hibrida dari singa dan harimau, sehingga nama "macan tutul" muncul di antara para peneliti Eropa awal.

Macan tutul jawa merupakan hewan asli Indonesisa yang berasal dari Jawa Barat dan juga termasuk hewan yang terancam punah.

Ciri-ciri Macan Tutul Jawa. Namun dibandingkan dengan subspesies macan tutul lainnya yang ada di dunia, Macan Tutul Jawa memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil. Panjang tubuhnya berkisar antara 100 hingga 160 cm dengan tinggi 70-105 cm.

Sedangkan bobotnya berkisar antara 50 hingga 70 kg. Subspesies Macan Tutul yang endemik di pulau Jawa ini memiliki warna khas yang tersebar di sekujur tubuhnya.

Macan tutul jawa juga dikenal sebagai macan tutul hitam. Masyarakat setempat menyambut kelahiran mereka dengan antusias. Usia rata-rata harapan di antara spesies macan tutul adalah 13-15 tahun.

Mungkin kalau dilihat sekilas macan tutul mirip seperti cheetah, namun kedua hewan ini sangat berbeda. Macan tutul memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan dengan bintik-bintik hitam dan memiliki kepala dan badan yang lebih besar daripada cheetah. Bintik hitam di kepalanya lebih kecil dibandingkan bintik yang ada di tubuh. Macan tutul jawa betina mirip dan lebih kecil dari jantan.

Hewan ini bersifat soliter, kecuali pada musim kawin. Macan tutul merupakan hewan noktural yang artinya hewan ini lebih aktif berburu mangsa pada malam hari. Mangsanya terdiri dari berbagai hewan kecil yang biasanya diletakkan di atas pohon. Sementara itu, macan tutul adalah satu-satunya kucing besar yang tersisa di Jawa. Frekuensi jenis hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini terjadi karena alel resesif yang dimiliki oleh hewan ini.

Habitat Macan Tutul Jawa

Macan Tutul Jawa, Indonesia

Macan tutul jawa merupakan salah satu subspesies macan tutul yang ada di dunia dan hanya dapat ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa, Indonesia.

Macan Tutul Jawa merupakan spesies terakhir dari kucing besar yang hidup di Jawa setelah harimau Jawa yang telah dinyatakan punah pada tahun 1980-an. Macan tutul jawa mendiami berbagai habitat mulai dari petak-petak hutan hujan tropis lebat di bagian barat daya pulau hingga pegunungan, dan hutan gugur kering dan semak belukar di timur.

Namun sayangnya, akibat maraknya pemburuan liar serta pengrusakan habitat tempat tinggalnya di pulau jawa, hewan ini dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Untuk saat ini, macan tutul jawa hanya dapat di temui di, Pulau Kangean, dan Pulau Nusakambangan, Taman Nasional Ujung Kulon, hingga Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kementerian Kehutanan mengatakan bahwa saat ini tingkat ancaman terhadap Macan Tutul Jawa cukup tinggi di Pulau Jawa dan harus segera di evakuasi. Ancaman tersebut ditandai dengan hilangnya habitat alami, fragmentasi habitat, dan penurunan jumlah hewan buruan, kata Menteri Kehutanan.

Sebagian besar populasi macan tutul dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, meskipun di semua taman nasional di Jawa dilaporkan telah ditemukan hewan ini, mulai dari Ujung Kulon hingga Baluran.

Akibat hilangnya habitat tempat tinggal, perburuan secara ilegal, serta wilayah dan populasi di mana hewan ini ditemukan sangat terbatas, macan tutul jawa dievaluasikan dan dinyatakan kritis sejak tahun 2007 pada Daftar Merah IUCN dan terdaftar di CITES Appendix I sebagai hewan yang dilindungi di Indonesia, dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Studi lebih lanjut tentang pergerakan macan tutul jawa dan ukuran wilayah jelajah sebagai fungsi dari ketersediaan mangsa dan potensi ancaman di berbagai tipe habitat terutama yang dimodifikasi manusia akan memungkinkan pengelola konservasi untuk lebih memahami respons spesies terhadap sumber daya yang tersedia dan ancaman yang berbeda dan dengan demikian kelangsungan hidup dan reproduksi mereka potensi.

Mungkin Anda Sukai

MAMALIA INDONESIA KARNIVORA

Macan Tutul Jawa, yang Kini Tak Lagi Nampak Di Hutan Pulau Jawa

2021-09-09

IKAN KARNIVORA

Mengenal Hiu Martil, Predator Laut Berkepala Unik

2021-09-08

KARNIVORA BURUNG

Mengenal Elang Peregrine | Hewan Tercepat di Dunia

2021-09-06

KARNIVORA FLORA

Mengenal Tanaman Karnivora Drosera Rotundifolia

2021-08-29

Rekomendasi lainnya

MAMALIA INDONESIA

Badak Jawa : Hewan Indonesia yang dilindungi Akibat Terancam Punah

BURUNG INDONESIA

Burung Cendrawasih, Burung Indah yang Menjadi Maskot Papua

MAMALIA INDONESIA KARNIVORA

Macan Tutul Jawa, yang Kini Tak Lagi Nampak Di Hutan Pulau Jawa

IKAN KARNIVORA

Mengenal Hiu Martil, Predator Laut Berkepala Unik

Temukan Kami

©AfricanElephantCrossing 2021